Home Artikel Adakah Formula Ideal Pengasuhan Anak di Era Digital?

Adakah Formula Ideal Pengasuhan Anak di Era Digital?

159
0

Banyak orang tua sangat terobsesi dengan gaya dan model pengasuhan anak, lebih-lebih mendidik anak di era digital seperti sekarang. Padahal bila kita cermati, tak mungkin kita mendapatkan satu gaya mendidik anak yang ideal bagi semua orang tua. Begitu juga dengan mendidik anak di era digital, setiap keluarga pasti punya problem dan isu masing-masing. Satu formula mungkin cocok bagi keluarga yang satu, tapi tak optimal bagi yang lain. Memaksakan satu konsep pengasuhan tanpa memperhatikan karakter anak dan keluarga itu sendiri merupakan ide buruk.

 

Salah satu ilustrasi apik soal beragamnya pola pengasuhan anak di era digital digambarkan oleh seorang psikolog klinis, Catherine Steiner-Adair dalam The Big Disconnect: Protecting Childhood and Family Relationship in the Digital Age (2013). Dalam bukunya, Steiner-Adair mengamati dua bersaudara yang keluarganya punya pola penggunaan media digital yang sangat berbeda pada anak-anak mereka. Eli sangat membatasi keluarganya (terutama anak-anak) dalam penggunaan gawai dan komputer di rumah. Bahkan, Eli hanya punya satu komputer desktop dengan pengamanan parental control yang ketat serta pembatasan internet. Sedangkan saudaranya, Ivan sangat longgar soal penggunaan gawai dan komputer. Bahkan, tiap anak punya laptop dan gawai mereka sendiri lengkap dengan akses internet di rumah mereka. 

 

Ternyata catatan lapangan Steiner-Adair menemukan bahwa anak-anak Eli maupun Ivan tumbuh dengan tingkat kreativitas kognitif, kebijaksanaan sosial, serta kecerdasan akademik yang relatif sama. Ia menemukan, meski Eli dan Ivan punya visi berbeda soal perangkat digital kedua kakak-beradik ini punya komitmen yang sama soal “kehadiran” dalam kehidupan anak-anak mereka. Baik Eli maupun Ivan, mereka senantiasa hadir dalam kehidupan anak mereka, tak peduli apakah mereka sedang bermain gawai atau bermain bola. “Tampaknya, banyak atau sedikitnya penggunaan teknologi bukan faktor utama apakah anak-anak akan tumbuh dengan baik atau tidak,” imbuh Steiner-Adair dalam bukunya.

 

Yakinlah bahwa tiap keluarga unik. Hal ini tercermin dari keseharian keluarga, bahkan pada hal-hal kecil yang kerap dilakukan tiap hari. Dengan begitu, akan sangat sulit menjawab pertanyaan pada judul tulisan ini. Karena pada dasarnya, pola pengasuhan anak terbaik ada pada orang tua dan keluarga masing-masing. Satu hal yang pasti, hadirlah di kehidupan anak-anak kita. Tak peduli apakah mereka sangat menyukai video game atau pemain sepak bola, kehadiran orang tua inilah yang kemudian berperan vital pada pertumbuhan mereka. Ingatlah tak ada gaya atau metode pengasuhan yang paling “benar.” Silakan kita telaah keluarga kita masing, lalu pilihlah pendekatan yang paling cocok. (Muhamad Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here