Home Artikel Literasi Privasi adalah Kunci

Literasi Privasi adalah Kunci

326
0

Tidak hanya penting dijaga di dunia nyata (offline), masalah privasi ini sangat penting untuk dijaga di dunia maya (online), agar kita sebagai pengguna aktif di dunia siber terjaga dari beragam tindak kejahatan dunia siber (cybercrime). Salah satu kuncinya adalah dengan memperkuat literasi privasi. Park (2011) menjelaskan bahwa literasi privasi di dunia online merupakan sebuah prinsip untuk mendukung, mendorong dan memberdayakan pengguna untuk melakukan pengendalian serta melindungi informasi identitas digital mereka. Konten informasi yang dibagikan dan tergolong konten pribadi yaitu seperti nama asli atau nama, tanggal lahir, alamat, dan berbagai macam informasi pribadi lainnya (Dwyer, 2007).

Rundhovde dalam Sari (hlmn. 3) sendiri melihat pengetahuan sebagai aspek yang berpengaruh dalam literasi privasi. Dalam penelitiannya tersebut Rundhovde memusatkan pada perspektif pengetahuan yang meninjau rasionalitas dan pengetahuan privasi berbasis fakta dari pengguna melalui perspektif pengetahuan yang terdiri dari 6 elemen, yaitu:

  1. Technology Skills yaitu kemampuan dalam hal kognitif atau pemikiran yang dimiliki pengguna dalam memahami berbagai aspek teknologi saat menggunakan PC dan Internet, media sosial Instagram dan pemahamannya terkait pengaturan privasi di Instagram.
  2. Assigning Responsibilities merupakan pemahaman pengguna dalam menentukan keputusan pihak mana yang bertanggung jawab dalam melindungi informasi pribadinya apabila terdapat penyalahgunaan informasi.
  3. Knowledge of Risks adalah pengetahuan yang mencakup pemahaman dan kesadaran pengguna terhadap risiko atau ancaman yang muncul dalam penggunaan media interaksi online seperti media sosial.
  4. Understanding Exposure yaitu pemahaman yang dimiliki pengguna mengenai pemaparan informasi pribadi secara online, pemahaman konsep tentang data virality (mudah tersebar) dan data persistence (bersifat permanen) serta implikasi praktisnya terhadap pengungkapan informasi, dan pemahaman terkait mekanisme pengendalian informasi yang disediakan oleh layanan Instagram.
  5. Notion of Information Sensitivity adalah penilaian pengguna tentang kategori informasi yakni self-identifying, access-enabling dan expressive information yang memiliki kerentanan dapat disalahgunakan sehingga memiliki kepentingan untuk dilindungi.
  6. Managing Vulnerability merupakan pengetahuan pengguna yang berasal dari pengalaman, untuk menciptakan rasa aman dan terkendali dari kerentanan informasi pribadi, sehingga mampu menentukan pilihan strategi untuk melindungi informasi.

sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.