Mafia III – D18

Konten: Alkohol, Tembakau / Rokok, dan Narkotika; Kekerasan; Kegiatan Seksual / Prostitusi; Sadisme / Aksi Terorisme, Porno / Erotisme, Dialog Kasar

Pemain akan memerakan seorang veteran perang bernama Licoln Clay yang berusaha membalas dendam kepada sindikat kriminal di New Orleans dengan seting tahun 1960-an. Permainan tipe open-world ini menggunakan sudut pandang orang ketiga, pemain diharuskan menjalankan semua misi agar bisa menyelesaikan permainan, beberapa misi merupakan tindakan pembunuhan berencana atau setidaknya mengharuskan pemain untuk membunuh target. Karakter menggunakan beragam jenis pistol, senapan mesin, shotgun, bahan peledak, hingga pisau dalam menjalankan misi dan membunuh musuh. Pemain juga dapat secara sengaja membunuh warga sipil atau polisi tanpa sebab (terdapat konsekuensi dalam permainan bila melakukan hal ini). Bila terjadi baku tembak atau pertarungan akan disajikan dramatis dengan cipratan darah yang berlebihan, pemain juga dapat membunuh musuh secara sembunyi-sembunyi dengan menusuk atau menggorok leher musuh dari belakang. Pemain juga dapat bertempur dengan tangan kosong dan memeragakan beragam teknik bertarung, seperti membenturkan kepala musuh, mencekik, atau membanting musuh hingga jatuh. Satu adegan menunjukan karakter yang sedang menembak dari jarak dekat, ada juga adegan ketika seseorang merobek perut mayat dalam sebuah gudang.

Permainan ini juga menampilkan material porno dan erotisme dengan intensitas yang massif. Beberapa adegan menunjukan seorang wanita bertelanjang dada sedang menari dengan penari lain memeragakan beragam pose provokatif. Salah satu adegan juga menampilkan sebuah seting pesta sex; terdapat adegan kegiatan oral seks (meski tak ada bagian genital yang terlihat), ada juga pasangan yang melakukan aktivitas seksual di dalam bathtub (tidak ada bagian genital yang ditampilkan dan tanpa penetrasi). Beberapa adegan dalam video game juga merujuk pada aktivitas penggunakan obat-obatan terlarang; misalkan adegan ketika seseorang sedang menggunakan heroin dan penggunaan LSD. Kata-kata “f**k,” “c*nt,” “sh*t,” dan “c*cksucker” sering terdengar dalam dialog. Ada juga kata-kata yang mereferensikan diskriminasi dan rasisme, seperti “n**ger” dalam dialog.