
Deskripsi Singkat Video Game Identity V adalah game horor asimetris multiplayer (4vs1) yang dikembangkan oleh NetEase Games. Berlatar di sebuah rumah megah bergaya Gotik yang misterius, game ini mengusung visual khas animasi boneka benang (mirip gaya seni film Coraline atau buatan Tim Burton). Di dalam game, seorang pemain berperan sebagai Hunter (Pemburu) yang bertugas menangkap pemain lain, sementara empat pemain lainnya berperan sebagai Survivor (Penyelamat) yang harus bekerja sama memecahkan sandi mesin (cipher machine) untuk melarikan diri dari area permainan.
Apa yang Dapat Anak Lakukan di Dalam Game?
- Bermain sebagai Survivor (Penyelamat): Memecahkan kode cipher machine, menghindari kejaran pemburu, menyelamatkan teman satu tim yang tertangkap, dan membocorkan gerbang utama untuk meloloskan diri.
- Bermain sebagai Hunter (Pemburu): Menggunakan keterampilan khusus untuk mengejar, menjatuhkan, dan mengikat Survivor ke dalam “Rocket Chair” agar mereka tereliminasi dari permainan.
- Kustomisasi dan Koleksi Karakter: Mengoleksi berbagai macam karakter unik (baik Survivor maupun Hunter), membuka kostum (skins), dan menghias ruangan pribadi (Room System).
- Bermain Bersama Teman (Co-op Multiplayer): Membentuk tim bersama teman atau pemain lain secara daring untuk bertanding di mode ranked maupun kasual.
Hal yang Perlu Orang Tua Perhatikan
- Suasana Horor dan Ketegangan: Game ini memiliki atmosfer yang mencekam, musik latar yang menegangkan, serta elemen aksi kejar-kejaran yang dapat menimbulkan rasa cemas, takut, atau stres pada anak yang sensitif.
- Sistem Transaksi Mikro dan Gacha (Memory Spheres): Terdapat fitur pembelian dalam aplikasi (in-app purchases) untuk membeli kostum, karakter, dan item kosmetik. Game ini mengandalkan sistem gacha (mengundi item langka secara acak) yang dapat memicu anak berbelanja secara impulsif.
- Fitur Interaksi Sosial & Chat Daring: Menyediakan fitur obrolan teks (global chat, team chat) dan obrolan suara (voice chat). Fitur ini berpotensi memaparkan anak pada interaksi dengan orang asing, bahasa yang kurang pantas, atau perundungan siber (cyberbullying).
Analisis 11 Unsur Konten Berbahaya NXG Indonesia
- Simulasi Perjudian: Ada. Menggunakan sistem gacha (Memory Spheres) yang mengundi kostum dan item acak menggunakan mata uang virtual yang dapat dibeli dengan uang asli.
- Kekerasan Fantasi: Ada (Tingkat Sedang). Melibatkan aksi kejar-kejaran, memukul karakter menggunakan senjata tumpul/fantasi (seperti roket, cambuk, atau boneka), serta mengikat karakter ke Rocket Chair. Semua pertarungan bergaya kartun/fantasi boneka tanpa memperlihatkan darah, luka riil, atau penderitaan fisik manusia.
Catatan Tambahan untuk Orang Tua: Identity V sangat mengandalkan kerja sama tim dan strategi, namun tema horor serta sistem interaksi sosialnya perlu diwaspadai. Orang tua disarankan untuk:
- Mendampingi anak saat bermain dan memastikan anak cukup matang (minimal usia 12 tahun) untuk mengolah unsur ketegangan dalam game.
- Mengaktifkan Parental Control pada Play Store / App Store guna membatasi akses transaksi in-game.
- Membatasi atau memantau penggunaan fitur obrolan (chat) agar anak terhindar dari risiko interaksi dengan orang asing yang tidak dikenal.








