Beranda Artikel Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie Gelar Valskrie 2025, Ajak Gen Z Lestarikan Permainan...

Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie Gelar Valskrie 2025, Ajak Gen Z Lestarikan Permainan Tradisional

213
20

Jakarta, 6 Desember 2025.  Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie menyelenggarakan Festival Seni Budaya Bakrie, VALSKRIE 2025: “Gebyar Dolan, Mari Tong Lestarikan!” di Kampus Plaza Festival. Festival ini menghadirkan tujuh permainan tradisional Nusantara dan melibatkan lebih ratusan mahasiswa serta peserta eksternal dari kalangan siswa SMA.

Valskrie merupakan agenda tahunan mahasiswa Ilmu Komunikasi sebagai proyek akhir mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya. Seluruh rangkaian dirancang dan dijalankan sendiri oleh mahasiswa sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengalaman, sejalan dengan tagline Universitas Bakrie “Experience The Real Things”. Tahun ini, tema permainan tradisional diangkat sebagai respon terhadap keseharian Gen Z yang akrab dengan gadget dan game online, agar tidak melupakan akar budaya sendiri. 

Di area kampus, pengunjung dapat mencoba langsung tujuh permainan tradisional yang dikemas interaktif: Patah Kaleng, Engklek, Boi-Boian, Bola Bekel, Lompat Karet, Kerajinan Kulit Jeruk, dan Rangku Alu.Setiap permainan menonjolkan nilai kerja sama, ketangkasan, kreativitas, dan interaksi antar peserta.

Acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Indonesia, Bapak Giring Ganesha Djumaryo, S.I.Kom., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Dra. Suharyanti, M.S.M., Ph.D.,serta Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Ketua Acara Valskrie 2025 Ruth Putryani Saragih, S.I.Kom., M.Si.

Wakil Menteri Kebudayaan, Bapak Giring Ganesha Djumaryo, menekankan bahwa permainan tradisional adalah identitas penting bangsa yang tidak dimiliki negara lain.

“Nenek moyang kita mengajarkan begitu banyak permainan tradisional yang diwariskan turun-temurun. Terima kasih karena melalui Valskrie kalian ikut melestarikan warisan ini” ujarnya.

Ia juga menegaskan peran Gen Z dalam mempromosikan budaya di era digital.

“Kita punya kekuatan luar biasa. Dengan media sosial, promosi kebudayaan bisa mendunia. Banyak hal menjadi viral karena konten yang kalian buat. Pelestarian kebudayaan dan peluang permainan tradisional untuk mendunia ada di tangan kalian” tambah beliau.

Ketua Acara Valskrie 2025, Ruth Putryani Saragih, menjelaskan bahwa persiapan festival sudah dilakukan sejak awal semester sebagai bagian dari tugas besar mata kuliah.

“Setiap tahun tantangan kami adalah memilih konsep yang relevan dengan audiens. Tahun ini kami sengaja mengangkat permainan tradisional agar mahasiswa dan peserta eksternal merasakan langsung komunikasi yang paling natural: bertemu, berinteraksi, dan tertawa bersama saat bermain” jelasnya. “Mahasiswa sebagai digital native kami ajak untuk tidak hanya akrab dengan game online, tetapi juga kembali tertarik pada permainan tradisional” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Ibu Suharyanti menegaskan bahwa Valskrie merupakan implementasi nyata metode experiential learning di kampus.

“Kegiatan ini adalah ruang praktik bagi mahasiswa untuk menerapkan teori komunikasi lintas budaya dalam situasi nyata” paparnya.
“Gen Z dekat dengan dunia digital. Kedekatan itu bisa menjadi kekuatan untuk menghidupkan kembali tradisi serta memperkenalkan budaya Indonesia ke publik yang lebih luas” tambah Suharyanti.

Dari sisi peserta, festival ini juga memberi pengalaman berbeda. Archaesa dan Agfany, siswa SMA yang mengikuti Valskrie 2025, mengaku tertarik karena bisa merasakan permainan yang selama ini hanya mereka dengar dari orang tua.

“Sehari-hari fokus kami lebih banyak ke gadget dan sosmed” ujar mereka. “Di Valskrie 2025 ini kami diajak kembali mengenal permainan tradisional dan ternyata seru, sekaligus bikin kami lebih dekat satu sama lain”.

Melalui Valskrie 2025, Universitas Bakrie menghadirkan pengalaman belajar yang relevan secara akademik dan memperkuat pengetahuan budaya anak muda. Keterlibatan penuh mahasiswa sebagai penyelenggara, dukungan pemerintah, serta partisipasi siswa SMA menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan secara kolaborasi lintas generasi.

SEKILAS VALSKRIE 2025

VALSKRIE (Festival Seni Budaya Universitas Bakrie) 2025 – “Gebyar Dolan: Mari Tong Lestarikan!” adalah festival seni budaya tahunan yang diselenggarakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie sebagai proyek akhir mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya. Tahun 2025, festival menghadirkan tujuh permainan tradisional Nusantara: Patah Kaleng, Engklek, Boi-Boian, Bola Bekel, Lompat Karet, Craft Kulit Jeruk, dan Rangku Alu, yang dapat dimainkan pengunjung internal maupun eksternal, khususnya siswa SMA.

Lembar Informasi 7 Permainan Tradisional VALSKRIE 2025.

Patah Kaleng
Di area Patah Kaleng, peserta diajak menyusun tumpukan kaleng lalu berusaha merobohkannya dengan lemparan bola. Setelah kaleng berantakan, tantangan berikutnya adalah menyusun kembali tumpukan sambil menghindari gangguan lawan dan berpacu dengan waktu. Permainan ini menonjolkan kerja sama tim, strategi, dan ketepatan lemparan.

Engklek

Permainan Engklek mengajak peserta melompat dengan satu kaki melewati petak-petak yang digambar di lantai. Mereka harus melempar gaco ke petak tertentu dan melompat tanpa menyentuh garis. Terlihat sederhana, namun permainan ini melatih konsentrasi, keseimbangan tubuh, dan ketelitian dalam setiap langkah.

Boi-Boian
Di Boi-Boian, peserta dibagi dalam dua tim. Satu tim bertugas merobohkan tumpukan batu atau pecahan genteng dengan bola, lalu menyusunnya kembali, sementara tim lawan berusaha mengenai mereka dengan lemparan bola. Dinamika saling kejar dan saling hindar membuat permainan ini seru sekaligus melatih keberanian dan kekompakan.

Bola Bekel
Permainan Bola Bekel menguji koordinasi tangan dan refleks peserta. Bola dipantulkan ke lantai, dan dalam waktu singkat pemain harus mengambil biji bekel sesuai urutan mulai dari satu, dua, hingga beberapa buah sekaligus sebelum bola kembali ditangkap.

Lompat Karet
Lompat Karet menjadi salah satu titik yang paling ramai. Peserta bergantian melompat melewati tali karet yang ketinggiannya terus dinaikkan, mulai dari mata kaki hingga setinggi pinggang atau lebih. Selain memacu adrenalin, permainan ini mendorong peserta untuk berani mencoba, menjaga kelincahan.

Kerajinan Kulit Jeruk
Di zona Kerajinan Kulit Jeruk, peserta duduk melingkar sambil mengolah kulit jeruk menjadi karya sederhana seperti hiasan, bentuk karakter, atau ornamen kecil. Dengan alat yang terbatas, mereka diajak berkreasi dan melihat kembali bahwa bahan sehari-hari bisa diubah menjadi karya menarik.

Rangku Alu
Rangku Alu menghadirkan suasana khas permainan tradisional dari Nusa Tenggara Timur. Beberapa peserta bertugas menggerakkan bambu dengan ritme tertentu, sementara yang lain menari dan melompat di antara celah bambu tanpa terjepit. Perpaduan gerak, ritme, dan tawa menjadikan Rangku Alu sebagai permainan yang menonjolkan kekompakan, fokus, dan kepekaan terhadap irama.

####

Kontak Media:

Kurniati Putri Haeirina | Kabag Humas dan Kerjasama Universitas Bakrie

Kurniati.putri@bakrie.ac.id

20 KOMENTAR

  1. **oradentum**

    oradentum is a comprehensive 21-in-1 oral care formula designed to reinforce enamel, support gum vitality, and neutralize bad breath using a fusion of nature-derived, scientifically validated compounds.

  2. **ignitra**

    ignitra is a thoughtfully formulated, plant-based dietary supplement designed to support metabolic health, balanced weight management, steady daily energy, and healthy blood sugar levels as part of a holistic wellness approach.

  3. **glpro**

    gl pro is a natural dietary supplement formulated to help maintain steady, healthy blood sugar levels while easing persistent sugar cravings. Instead of relying on typical drug-like ingredient

  4. **finessa**

    finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly. Its unique blend of probiotics and nutrients works together to keep your gut balanced and your body energized

Leave a Reply to mitolyn Batal membalas

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini