Beranda Remaja 15+ Throne: Kingdom at War – R15+

Throne: Kingdom at War – R15+

5
0

Throne: Kingdom at War (dikembangkan oleh Plarium Global) adalah gim strategi berbasis multipemain (MMO strategy game) bertema abad pertengahan fantasi. Berlatar di kerajaan fiktif Amaria, pemain berperan sebagai seorang Lord (Bangsawan) yang harus membangun benteng pertahanan, merekrut pasukan militer, membentuk aliansi (Orders), dan bersaing secara kompetitif secara real-time dengan ribuan pemain sungguhan di seluruh dunia untuk memperebutkan tahta kekuasaan tertinggi.

Apa yang Dapat Anak Lakukan di Dalam Video Game Tersebut?

  • Membangun & Mengelola Kota (Town Building): Mengembangkan infrastruktur benteng, meningkatkan bangunan produksi sumber daya, dan memperkuat infrastruktur pertahanan kota.
  • Melatih Pasukan & Bertempur (Military Strategy & PvP): Mengumpulkan berbagai jenis pasukan, melatih pahlawan (Hero), serta mengirim pasukan untuk menyerang benteng pemain lain atau monster di peta dunia.
  • Berinteraksi Sosial & Aliansi (Clan/Order Management): Bergabung ke dalam kelompok aliansi untuk menyusun strategi perang bersama, saling mengirim bantuan sumber daya, dan berkomunikasi melalui ruang obrolan (global/clan chat).

Hal yang Perlu Orang Tua Perhatikan di Dalam Game Ini

  • Fitur Ruang Obrolan Terbuka (Global Chat & Messaging): Gim ini memuat fasilitas obrolan teks aktif antar-pemain dari berbagai belahan dunia, yang berisiko mempertemukan anak dengan percakapan tidak pantas atau taktik manipulatif dari pengguna asing.
  • Monetisasi Agresif & Pembelian Mikro (In-App Purchases): Terdapat penawaran paket mata uang virtual dan bundel percepatan (boosts) dengan harga yang sangat tinggi, berpotensi memicu pembelian impulsif jika kartu kredit orang tua terhubung ke perangkat.
  • Tekanan Kompetitif & Waktu Bermain (Addictive PvP Mechanics): Sistem perang waktu nyata (real-time warfare) menuntut pemain untuk selalu siaga menjaga bentengnya agar tidak diserang pemain lain, yang dapat mengganggu jam istirahat dan memicu stres atau kecemasan.
  • Ketergantungan Daring (Online Multiplayer Requirement): Gim ini wajib dimainkan secara daring dan terhubung terus dengan server global.

Konten Berbahaya yang Mungkin Ada (Berdasarkan 11 Kategori)

  • Kekerasan: Ada (Penggambaran grafis pertempuran militer massal, bentrokan senjata tajam, dan kehancuran bangunan benteng secara visual).
  • Kekerasan Fantasi: Ada (Pertempuran melawan pasukan fantasi dan monster di peta dunia).
  • Sadisme/Aksi Terorisme, Tindakan Kriminal, & Dialog Kasar: Ada (Potensi munculnya dialog kasar, provokasi permusuhan, atau intimidasi antar-pemain di dalam ruang obrolan global/aliansi).

Rekomendasi Rating NXG Indonesia: R15+ (Remaja Usia 15 Tahun ke Atas)

Gim Throne: Kingdom at War diklasifikasikan untuk Usia 15 Tahun ke Atas (R15+). Klasifikasi ini diberikan mengingat gim ini memuat elemen kekerasan pertempuran militer (war violence), interaksi obrolan sosial terbuka dengan orang asing (unmoderated online chat), serta tingkat tekanan psikologis kompetitif yang tinggi. Gim ini tidak sesuai untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Saran & Tips Pendampingan Orang Tua:

  • Batasi Akses & Awasi Fitur Sosial: Jika remaja Anda memainkan gim ini, dampingi mereka untuk menonaktifkan atau membatasi interaksi pada obrolan global, serta ingatkan pentingnya menjaga privasi dari orang asing di internet.
  • Kunci Transaksi Finansial (Parental Control): Lindungi dompet digital atau kartu kredit Anda dengan mengaktifkan sandi konfirmasi pembelian di Google Play Store atau Apple App Store guna mencegah pengeluaran tak terduga.
  • Keseimbangan Waktu (Time Management): Bantu anak mengatur batas waktu harian agar aktivitas bermain strategi ini tidak mengganggu waktu belajar, sosialisasi nyata, dan kesehatan mental mereka.

Catatan: Jika Anda merasakan kekhawatiran khusus mengenai pola perilaku atau dampak emosional anak terkait kebiasaan bermain gim, Anda disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan psikolog anak atau tenaga profesional terdekat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini