Beranda Artikel Temui CEO Roblox, Pemerintah Tegaskan Implementasi PP TUNAS untuk Lindungi Anak

Temui CEO Roblox, Pemerintah Tegaskan Implementasi PP TUNAS untuk Lindungi Anak

18
0

Silicon Valley, 22 September 2026 — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bertemu dengan Co-Founder sekaligus CEO Roblox, David Baszucki, di kantor pusat Roblox, Silicon Valley, Amerika Serikat, Selasa (22/9). Pertemuan tersebut membahas implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya penerapan perlindungan anak secara konkret di dalam platform Roblox, terutama melalui penguatan verifikasi usia, pembatasan interaksi dan komunikasi bagi pengguna anak, serta penerapan prinsip safety-by-design.

“Banyak anak-anak Indonesia menggemari Roblox. Karena itu, besar harapan kami bahwa Roblox juga menyayangi anak-anak kami, terutama dengan memastikan keamanan mereka,” ujar Meutya.

Roblox sebelumnya telah menerapkan sejumlah fitur untuk mendukung perlindungan anak, termasuk teknologi face age estimation, pembatasan fitur komunikasi bagi pengguna anak, serta peluncuran Roblox Kids dan Roblox Select. Namun, pemerintah mendorong penguatan mekanisme tersebut, khususnya untuk pengguna berusia di bawah 16 tahun.

Pemerintah juga meminta Roblox memperkuat pembatasan interaksi antara anak dan orang dewasa yang tidak dikenal serta mencegah komunikasi berisiko berpindah ke luar platform.

Menanggapi hal tersebut, David Baszucki menyatakan Roblox terbuka untuk menyesuaikan produknya dengan regulasi dan kebutuhan perlindungan anak di Indonesia. Menurutnya, sejumlah perubahan yang diminta pemerintah dapat menjadi bagian dari pengembangan produk Roblox ke depan.

Selain penguatan fitur keamanan, pemerintah mendorong Roblox meningkatkan kehadiran langsung di Indonesia serta menyampaikan pelaporan implementasi PP TUNAS secara rutin, terukur, dan transparan.

Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, platform digital, orang tua, dan masyarakat sipil dalam membangun ekosistem digital yang aman dan ramah bagi anak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini